TEKNOLOGI
Canggih! Alat Pembunuh Bakteri Ini Bisa Luruh Diserap Tubuh
Foto ABC
Jakarta, Beberapa pasien mengalami infeksi setelah
menjalani operasi. Sebagian kasus dapat ditangani dengan pemberian obat,
tetapi kini, semakin banyak bakteri yang kebal terhadap antibiotik.
Mengatasinya, seorang profesor di Universitas Illinois lantas
mengambangkan cip antibakteri yang menakjubkan.
"Beberapa
infeksi dapat ditangani dengan obat-obatan atau pendekatan farmasi,
tetapi lebih banyak bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik. Dan
pada kasus semacam itu, akan lebih baik jika memiliki mendekatan
nonfarmasi, sesuatu yang tidak bergantung pada antibiotik," tutur John
Rogers, profesor bidang Material Science di Universitas Illinois.
Karena
alasan tersebut, ia lantas mencanangkan mekanisme pencegahan infeksi
pascaoperasi dengan menggunakan perangkat elektronik. Perangkat tersebut
akan ditanamkan pada akhir proses operasi. Namun, perangkat elektronik
yang ditanamkan di dalam tubuh tentu harus diangkat melalui operasi
tambahan. Dan sayangnya, operasi tambahan berisiko menimbulkan infeksi.
Yang
menakjubkan, tidak perlu dilakukan operasi tambahan untuk menyingkirkan
alat pembunuh bakteri buatan Rogers. Sebab perangkat itu dapat luruh
diserap tubuh.
Ia sengaja menciptakan perangkat elektronik
dengan bahan penyusun menyerupai jaringan biologis, yakni lembaran
silikon tipis dengan substrat dari karet. Bahan itu dapat memuai,
melengkung, dapat diletakkan di permukaan yang kompleks, dan dapat
meluruh tanpa menimbulkan bahaya pada tubuh. Mengantisipasi efek
biologis yang mungkin diakibatkan, Rogers menuturkan masih perlu
dilakukan uji klinis pada hewan dan manusia.
Bagaimana cara
kerja cip supermini itu? Perangkat elektronik super kecil dengan tebal
100 nanometer itu bekerja membunuh bakteri dengan panas yang
dihasilkannya. Ia memperoleh dan menyimpan energi yang berasal dari
gerakan jantung, paru-paru, atau diafragma. Lantas dua minggu kemudian,
perangkat itu akan menghilang begitu saja, diserap tubuh. Nah, pasien
pun terbebas dari infeksi sedan tak perlu menjalani operasi tambahan.
"Kami
merancang materi ini agar umur hidupnya hanya sekitar dua minggu, dan
itu sama dengan periode tertinggi munculnya infeksi pada pasien," terang
Rogers, seperti dikutip dari ABC Australia pada Kamis (24/4/2014).
(Sumber http://health.detik.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar